LOAMAJUARA- Pemerintah Desa Loa kembali mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan publik melalui penyelenggaraan Pelatihan Literasi Digitalisasi Desa dan Optimalisasi OPEN SID/Website Desa, yang berlangsung di aula desa dan diikuti oleh perangkat desa, operator data, serta unsur kelembagaan desa lainnya.
Pelatihan ini dibiayai dari Dana Desa Earmarked Tahap II Tahun Anggaran 2025, sebagai bagian dari komitmen desa untuk memperkuat kapasitas digital aparatur dan memastikan transparansi informasi dapat diakses secara lebih mudah oleh masyarakat.
Sebagai narasumber, hadir Pendamping OPEN SID dari Diskominfo Kabupaten Bandung, yang membimbing peserta memahami penggunaan fitur-fitur utama Sistem Informasi Desa, pengelolaan konten website desa, tata kelola dokumen digital, serta teknik penguatan keamanan data. Narasumber juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya integrasi data desa agar informasi pelayanan dapat tersaji lebih cepat, akurat, dan ramah bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Loa menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya soal “mengoperasikan sistem”, tetapi membangun budaya kerja yang lebih terbuka dan modern. Menurutnya, desa memiliki banyak potensi dan layanan yang perlu ditampilkan secara jelas kepada publik, sehingga keberadaan website desa dan layanan OPEN SID menjadi jembatan komunikatif antara pemerintah dan masyarakat.
Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari praktik penginputan data, pengelolaan informasi kependudukan, penyusunan berita desa, hingga cara memaksimalkan fitur monitoring program pembangunan. Suasana pelatihan berlangsung hangat; setiap pertanyaan peserta dijawab secara langsung dan aplikatif oleh narasumber.
Pemerintah Desa Loa berharap pelatihan ini menjadi titik awal penyempurnaan layanan administrasi serta publikasi desa, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi lebih cepat, transparan, dan terpercaya. Ke depan, perangkat desa juga akan melakukan pendampingan internal dan pembaruan konten berkala agar website desa tetap hidup dan relevan mengikuti perkembangan informasi.
Dengan kegiatan ini, Desa Loa menegaskan langkahnya memasuki ruang digital dengan lebih percaya diri—membangun pelayanan yang lebih rapi, lebih cepat, dan lebih dekat dengan warga di setiap sudut desa.